Tampilkan postingan dengan label Ekonomi dan Manajemen. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ekonomi dan Manajemen. Tampilkan semua postingan

Jumat, 28 September 2012

Pengertian, Tujuan, Sasaran Manajemen Risiko

Pengertian Manajemen Risiko atau Risk Management adalah semua risiko yang terjadi di dalam masyarakat (kerugian harta, jiwa, keuangan, usaha dan lain-lain) ditinjau dari segi manajemen perusahaan. 

Tujuan Manajemen Risiko yang hendak dicapai adalah mencegah kegagalan perusahaan, mengurangi pengeluaran, menaikkan keuntungan perusahaan, menekan biaya produksi dan lain sebagainya. 
Sasaran Manajemen Risiko adalah sebagai berikut : 
1. Untuk kelangsungan hidup perusahaan (survival). 
2. Ketenangan dalam berpikir. 
3. Memperkecil biaya (least cost). 
4. Menstabilisasi pendapatan perusahaan. 
5. Memperkecil atau meniadakan dalam berproduksi. 
6. Mengembangkan pertumbuhan perusahaan. 
7. Mempunyai tanggung jawab sosial terhadap karyawan. 

Sumber Tulisan : 
Abbas Salim, 2007, Asuransi & Manajemen Risiko, RajaGrafindo Persada, Jakarta.

Minggu, 23 September 2012

Pengertian Arsip dan Tujuan Penyimpanan Arsip

Pengertian Arsip atau Definisi Arsip menurut Pasal 1 UU No.7 Tahun 1971 adalah :
Naskah-naskah yang dibuat dan diterima oleh lembaga-lembaga negara dan badan-badan pemerintah, swasta ataupun perorangan dalam bentuk corak apapun dalam keadaan tunggal maupun kelompo, yang digunakan untuk kegiatan administrasi sehari-hari. 
Arti Arsip yang lebih sederhana adalah sebagai segala bentuk naskah yang mengandung berbagai macam informasi atau fakta yang relevan bagi organisasi, dan diputuskan untuk disimpan karena kemungkinan ada kegunaan pada masa yang akan datang.
Tujuan Penyimpanan Arsip antara lain :
1. Sebagai referensi bila diperlukan suatu keterangan tertentu.
2. Memberikan data atau informasi kepada pimpinan atau manajer atau yang mempunyai kewenangan mengambil keputusan mengenai hasil-hasil atau kinerja dimasa yang lalu, selanjutnya dijadikan sebagai dasar mengambil keputusan untuk masa yang akan datang.
3. Memberi keterangan-keterangan vital, misalnya sebagai bukti sesuai dengan ketentuan hukum.
Tujuan Kearsipan adalah menyediakan informasi yang tepat, informasi yang lengkap, akurat, relevan dan tepat waktu secara efisien.

Rabu, 19 September 2012

Kriteria Pemimpin Yang Baik

Didalam dunia kerja baik itu di instansi pemerintah maupun di instansi swasta pastinya kita akan selalu berhadapan dengan yang namanya pemimpin. Jika gaya kepemimpinan dari pemimpin kita baik sesuai dengan keinginan bawahan, maka yang terjadi adalah perasaan senang dari bawahannya, tetapi jika yang terjadi sebaliknya maka akan membuat ketidaksukaan bawahan.
Jika posisi anda sekarang adalah sebagai pimpinan, ada baiknya anda mengikuti Kriteria Pemimpin Yang Baik yang akan saya tuliskan. Jangan sampai anda menjadi pemimpin yang tidak baik karena itu akan menghancurkan harga diri anda dan bisa saja terjadi anda menyesal dikemudian hari.
a. Rendah Hati dan Sederhana
Seorang pemimpin yang baik jangan sekali-kali bersikap sombong atau juga merasa lebih tahu, lebih pandai dari yang lainnya. Ketahuilah bahwa setiap manusia itu punya kelemahan dan juga kelebihan masing-masing, jadi tidak ada hak sama sekali seorang pemimpin itu sombong.
Pemimpin baik yang baik juga harus sederhana, misalnya gaya hidup tidak berlebihan dan bermewahan karena itu tidaklah pantas sekaligus bisa mengakibatkan kecemburuan dan sakit hati bawahan.
b. Bersifat Suka Menolong
Pemimpin yang baik hendaknya selalu siap sedia untuk membantu bawahannya, juga hendaknya selalu bersedia mendengarkan kesulitan yang disampaikan bawahan. Dengan begitu maka pemimpin akan dianggap sebagai pelindung dan pembimbing yang baik.
c. Sabar dan Memilki Kestabilan Emosi
Pemimpin yang baik hendaknya memiliki sifat sabar, tidak mudah kecewa. Sifat sabar dan stabilnya emosi akan membuat bawahan merasa aman, tidak merasa ditekan dan tidak merasa takut.
d. Jujur, Adil dan Dapat Dipercaya
Orang yang jujur, adil dan dapat dipercaya adalah idaman setiap bawahan kepada pemimpinnya, jangan harap bawahan ikhlas mematuhi pemimpin yang jauh dari kejujuran, jauh dari keadilan dan jauh dari dapat dipercaya.
e. Keahlian dalam Jabatan
Seorang pemimpin harus benar-benar ahli dan mampu dalam menjalankan jabatannya, jika seorang pemimpin tidak memiliki kecakapan maka yang terjadi adalah kemunduran bahkan bisa saja menyebabkan kebangkrutan. Setiap orang bisa mengukur kemampuan dirinya sendiri, oleh karena itu jangan memaksakan kehendak menduduki jabatan jika anda tidak mampu, jangan sampai anda dicap sebagai gila jabatan.
f. Murah Senyum dan Wajah Berseri
Seorang yang murah senyum akan membuat orang lain bahagia dan damai. Seorang bawahan akan merasa senang sekali jika memiliki pemimpin yang murah senyum dan wajah berseri dengan demikian maka akan membuat bawahan tenang, tidak takut dan tidak menjauhi. 
Ingatlah bahwa roda kehidupan itu berputar, sekarang anda jadi pemimpin bisa saja esok hari akan menjadi bawahan, jangan jadi pemimpin yang semena-mena yang jelek dan menjijikkan, jadilah pemimpin yang baik dan terhormat jika anda benar-benar manusia.

Selasa, 18 September 2012

Macam Tipe atau Gaya Kepemimpinan

Sondang P. Siagian membagi gaya kepemimpinan dalam lima tipe atau gaya kepemimpinan beserta ciri-ciri dan sifat-sifatnya yaitu sebagai berikut :
1. Gaya Kepemimpinan Otokratis
Seorang pemimpin dengan gaya otokratis adalah :
a. Menganggap organisasi yang dipimpinnya sebagai milik pribadi.
b. Mengidentifikasi tujuan pribadi dengan tujuan organisasi.
c. Menganggap bawahan sebagai alat semata-mata.
d. Tidak mau menerima pendapat, saran dan kritik dari anggotanya.
e. Terlalu bergantung pada kekuasaan formalnya.
f. Caranya menggerakkan bawahan dengan pendekatan paksaan dan bersifat mencari kesalahan atau menghukum.
2. Gaya Kepemimpinan Militeristis
Seorang yang memiliki gaya kepemimpinan militeristis memiliki sifat-sifat :
a. Dalam menggerakkan bawahan sering menggunakan cara perintah.
b. Dalam menggerakkan bawahan senang bergantung pada pangkat atau jabatannya.
c. Senang kepada formalitas yang berlebih-lebihan.
d. Menuntut disiplin yang tinggi dan kaku pada bawahan.
e. Sukar menerima kritikan atau saran dari bawahannya.
f. Menggermari upacara-upacara untuk berbagai keadaan.
3. Gaya Kepemimpinan Paternalitis
Seorang pemimpin dengan gaya kepemimpinan paternalistis mempunyai ciri-ciri :
a. Menganggap bawahan sebagai manusia yang tidak dewasa.
b. Bersifat terlalu melindungi atau overprotective.
c. Jarang memberikan kesempatan kepada bawahan untuk mengambil keputusan.
d. Hampir tidak pernah memberi kesempatan kepada bawahan untuk berinisiatif sendiri.
e. Jarang memberikan kesempatan kepada bawahan untuk mengembangkan kreasi dan fantasinya.
f. Sering bersikap mahatahu.
4. Gaya Kepemimpinan Karismatis
Ciri-Ciri seorang pemimpin dengan gaya karismatis adalah :
a. Mempunyai daya penarik yang sangat besar, karena itu umumnya mempunyai pengikut yang besar jumlahnya.
b. Pengikutnya tidak dapat menjelaskan, mengapa mereka tertarik mengikuti dan mentaati pemimpin itu.
c. Dia seolah-olah memiliki kekuatan ghaib atau supranatural power.
d. Karisma yang dimilikinya tidak bergantung pada umur, kekayaan, kesehatan, ataupun ketampanan si pemimpin.
5. Gaya Kepemimpinan Demokratis 
Pemimpin yang demokratis memiliki sifat-sifat :
a. Dalam menggerakkan bawahan bertitik tolak dari pendapat bahwa manusia itu makhluk yang termulia didunia.
b. Selalu berusaha untuk menyinkronkan kepentingan dan tujuan organisasi dengan kepentingan dan tujuan pribadi bawahan.
c. Senang menerima saran, pendapat dan kritik dari bawahan.
d. Mengutamakan kerja sama dalam mencapai tujuan.
e. Memberikan kebebasan seluas-luasnya kepada bawahan, dan membimbingnya.
f. Mengusahakan agar bawahan dapat lebih sukses daripada dirinya.
g. Selalu mengembangkan kapasitas diri pribadinya sebagai pemimpin.
Sumber Tulisan :
Sondang P. Siagian, 1971, Filsafat Administrasi, Cetakan Ke-2, Gunung Agung, Jakarta.

Pengertian Kepemimpinan Menurut Para Ahli

Arti Kepemimpinan Menurut Amitai Etzioni adalah kekuatan atau power yang didasarkan atas tabiat atau watak seseorang yang memiliki kekuasaan lebih yang biasanya bersifat normatif.
Arti Kepemimpinan Menurut Fred E. Fiedler adalah individu dialam kelompok yang memberikan tugas-tugas pengarahan dan pengoordinasian yang relevan dengan kegiatan-kegiatan kelompok.
Arti Kepemimpinan Menurut Ralph M. Stogdill adalah proses mempengaruhi kegiatan-kegiatan suatu kelompok yang diorganisasi menuju kepada penentuan dan pencapaian tujuan.
Arti Kepemimpinan Menurut James Lipham adalah permulaan dari struktur atau prosedur baru untuk mencapai tujuan-tujuan dan sasaran organisasi atau untuk mengubah tujuan-tujuan dan sasaran organisasi.
Arti Kepemimpinan Menurut Robert Dubin adalah penggunaan kekuasaan dan pembuatan keputusan-keputusan.
Arti Kepemimpinan Menurut Daniel Katz dan Robert L. Kahn adalah penambahan pengaruh atau influential increment terhadap dan di atas pelaksanaan mekanis pengarahan-pengarahan rutin dari suatu organisasi.
Reference :
Wayne K. Hoy and Cecil G. Miskel, 1982, Educational Administration : Theory, Research, and Practice, Second Edition, Random House, New York.

Pengertian Planning, Organizing, Staffing dan Evaluating

Arti Planning atau Perencanaan adalah suatu cara menghampiri masalah-masalah dengan cara merumuskan apa saja yang harus dikerjakan dan bagaimana mengerjakannya.
Langkah Perencanaan antara lain adalah :
1. Menentukan dan merumuskan tujuan yang hendak dicapai.
2. Meneliti masalah-masalah atau pekerjaan-pekerjaan yang akan dilakukan.
3. Mengumpulkan data dan informasi-informasi yang diperlukan.
4. Menentukan tahap-tahap atau rangkaian tindakan.
5. Merumuskan bagaimana masalah-masalah itu akan dipecahkan dan bagaimana pekerjaan-pekerjaan itu akan diselesaikan.
Arti Organizing atau Pengorganisasian adalah aktivitas menyusun dan membentuk hubungan-hubungan kerja antara orang-orang sehingga terwujud suatu kesatuan usaha dalam mencapai tujuan-tujuan yang telah ditetapkan.
Yang perlu diperhatikan dalam pengorganisasian antara lain ialah bahwa pembagian tugas, wewenang, dan tanggung jawab, hendaknya disesuaikan dengan pengalaman, bakat, minat, pengetahuan, dan kepribadian masing-masing orang yang diperlukan dalam menjalankan tugas-tugas tersebut.
Arti Staffing atau Kepegawaian adalah aktivitas yang dilakukan yang meliputi menentukan, mimilih, menempatkan dan membimbing personel. Prinsip dalam staffing adalah "the right man in the right place".
Kegiatan Staffing antara lain memberikan motivasi kepada para pegawai agar selalu giat bekerja, kesejahteraan pegawai, penghargaan, membimbing agar pegawai lebih maju, kesempatan mengembangkan diri, penghentian dan pensiun pegawai.
Arti Evaluating atau Penilaian adalah aktivitas untuk meneliti dan mengetahui sampai dimana pelaksanaan yang dilakukan dalam rangka mencapai tujuan yang ditetapkan.
Dengan adanya penilaian maka akan dapat diketahui kekurangan dan kelemahan sehingga dapat direncanakan cara memperbaikinya.

Arti Penting Administrasi Pendidikan

Administrasi Pendidikan ini menyangkut semua kegiatan, baik mengenai materi, personel, perencanaan, kerjasama, kepemimpinan, kurikulum, dan sebagainya, yang harus diatur sehingga menciptakan suasana yang memungkinkan terselenggaranya kondisi-kondisi belajar mengajar yang baik sehingga menjadi tujuan pendidikan.
Tanpa administrasi dan kepemimpinan yang baik, sulit kiranya bagi institusi pendidikan untuk berjalan lancar menuju kearah tujuan pendidikan dan pengajaran yang harus dicapai.
Untuk melaksanakan rencana atau program sehingga mencapai hasil yang baik, diperlukan adanya organisasi dan koordinasi yang baik dan teratur, adanya komunikasi yang jelas dan lancar, pengawasan atau supervisi yang kontinyu dan konsekuen, dan adanya penilaian atau evaluasi yang dilakukan dengan teratur dan tepat.
Oleh karena itu, setiap akhir tahun perlu diadakan evaluasi untuk menilai rencana yang telah berhasil dan dapat berjalan lancar, dan mana yang mengalami kesukaran dan perlu diperbaiki.
Perencanaan, organisasi, koordinasi, komunikasi, supervisi, dan evaluasi, kesemuanya adalah fungsi-fungsi administrasi pendidikan yang pokok dan sangat penting.
Semua kegiatan di instansi pendidikan akan dapat berjalan lancar dan berhasil baik jika pelaksanaannya melalui proses-proses yang menuruti garis fungsi-fungsi administrasi pendidikan tersebut.

Definisi atau Pengertian Administrasi

Kata "administrasi" berasal dari bahasa Latin yang terdiri atas kata "ad" dan "ministrare". Kata "ad" mempunyai arti yang sama dengan "to" dalam bahasa Inggris, yang berarti "ke" atau "kepada". 
Dan "ministrare" sama artinya dengan kata "to serve" atau "to conduct" yang berarti "melayani", "membantu" atau "mengarahkan".
Dalam bahasa Inggris "to administer" berarti pula "mengatur", "memelihara" dan ""mengarahkan".
Jadi kata "administrasi" dapat diartikan sebagai suatu kegiatan atau usaha untuk membantu, melayani, mengarahkan, atau mengatur semua kegiatan di dalam mencapai suatu tujuan.
Frederick Taylor (1856) sering disebut sebagai bapak dari gerakan manajemen berdasarkan ilmu pengetahuan. Dengan demikian, ia dapat pula dikatakan sebagai pelopor dari timbulnya ilmu administrasi.
Perintis ilmu administrasi yang terkenal adalah Henry Fayol (1841). Ia mendirikan Pusat Pengajaran Administrasi, dan ia juga berusaha agar pemerintah Perancis menaruh perhatian terhadap administrasi. Prinsip-prinsip atau fungsi-fungsi pokok dalam administrasi yang dikemukakan oleh Henry Fayol adalah Planning, Organizing, Commanding, Coordination, dan Control.
Perkembangan ilmu administrasi yang pada mulanya bergerak di dalam dunia industri dan perusahaan, kemudian menjalar ke dalam pemerintahan atau negara, sehingga kini kita mengenal adanya business administration dan governmental administration atau public administration serta dalam dunia pendidikan kita kenal juga administrasi pendidikan.  

Selasa, 29 Mei 2012

Prinsip-Prinsip Ekonomi Dalam Produksi, Distribusi dan Konsumsi

Kebutuhan manusia akan barang dalam kelangsungan hidupnya membutuhkan kegiatan ekonomi agar kebutuhan-kebutuhannya terpenuhi. Selama kita hidup kita akan menjadi pelaku ekonomi dengan kegiatan ekonomi yang bebeda-beda karena arah dan tujuan pemenuhan ekonomi antara satu orang dengan yang lainnya berbeda.
Meskipun kegiatan ekonomi setiap orang berbeda tetapi secara umum prinsip-prinsip ekonominya sama. Coba anda perhatikan ciri-ciri dari prinsip kegiatan ekonomi berikut ini :
a. Pelaku ekonomi selalu mengutamakan memenuhi kebutuhan utama yang paling mendesak dibutuhkan.
b. Pelaku ekonomi akan selalu bersikap hemat dan tidak boros.
c. Pelaku ekonomi selalu mengutamakan pemikiran yang matang dalam kegiatan ekonominya.
d. Pelaku ekonomi selalu mempertimbangkan untung dan rugi dalam kegiatan ekonominya.
Setujukah anda dengan keempat ciri prinsip ekonomi di atas...? Apakah anda sebagai pelaku ekonomi tidak menjalankan ciri prinsip ekonomi diatas...? Seorang pelaku ekonomi dalam menjalankan kegiatan ekonominya pasti akan mempertimbangkan dan mempergunakan ciri prinsip ekonomi diatas...Anda setuju...?
Lebih lanjut, kegiatan ekonomi yang dilakukan oleh pelaku ekonomi meliputi kegiatan utama yaitu kegiatan produksi, kegiatan distribusi dan kegiatan konsumsi.
a. Kegiatan Produksi (Production)
Pengertian produksi kegiatan ekonomi untuk menciptakan dan menambah nilai guna suatu barang atau jasa dengan tujuan mencapai keuntungan yang sebesar-besarnya. Pelaku ekonomi yang memproduksi barang atau jasa disebut produsen.
b. Kegiatan Distribusi (Distribution)
Pengertian distribusi adalah kegiatan ekonomi untuk menyalurkan barang dari produsen ketangan pengguna atau konsumen untuk dikonsumsi atau dipergunakan. Pelaku ekonomi yang mendistribusikan barang atau disebut distributor.
c. Kegiatan Konsumsi (Consumption)
Pengertian konsumsi adalah kegiatan ekonomi untuk menghabiskan atau mempergunakan nilai barang atau jasa. Pelaku ekonomi yang mengkonsumsi barang atau jasa disebut konsumen.
Itulah Prinsip-Prinsip Ekonomi Dalam Produksi, Distribusi dan Konsumsi beserta Ciri-Ciri Ekonomi yang dapat saya jelaskan...Semoga bermanfaat...Terima Kasih.

Macam-Macam Barang dan Pengertiannya

Barang-barang kebutuhan manusia sangat banyak, saking banyaknya kebutuhan manusia akan barang tidaklah mungkin bisa kita hitung barang-barang yang dibutuhkan oleh manusia. Barang-barang kebutuhan manusia ada yang diperoleh dengan mudah, ada yang diperoleh dengan susah payah tergantung macam barang dan cara mendapatkannya.
Berikut ini macam-macam barang yang menjadi kebutuhan manusia dan pengertiannya :
1. Barang Ekonomi
Pengertian barang ekonomi adalah barang yang menjadi kebutuhan manusia tetapi memiliki jumlah yang terbatas, sehingga jika akan memperolehnya perlu usaha dan pengorbanan. Contoh barang ekonomi adalah rumah, jika anda menginginkan sebuah rumah maka anda harus membelinya dan untuk mendapatkan alat belinya maka anda harus berusaha dan berkorban untuk mendapatkannya.
2. Barang Bebas
Pengertian barang bebas adalah barang yang menjadi kebutuhan manusia tetapi memiliki jumlah yang banyak sehingga jika akan memperolehnya tidak diperlukan usaha dan pengorbanan. Contoh Barang bebas adalah air, jika anda bertempat tinggal didaerah danau maka untuk memenuhi kebutuhan air tidak perlu membeli dan dapat mengambil sebanyak-banyaknya.
3. Barang Ilith
Pengertian barang ilith adalah barang yang menjadi kebutuhan manusia tetapi memiliki jumlah yang sangat banyak dan berlebihan sehingga keberadaan barang ini menjadi membahayakan dan mengancam kelangsungan hidup. Contoh barang ilith adalah api itu jika kecil jadi kawan besar jadi lawan. Artinya api kecil disekitar kita sangat kita perlukan, tatkala api menjadi besar dan berlebihan maka kebakaranlah yang terjadi.
4. Barang Subtitusi
Pengertian barang subtitusi adalah barang yang menjadi kebutuhan manusia, dimana barang ini penggunaannya dapat saling menggantikan dalam hal peruntukannya. Contoh barang subtitusi adalah sepeda, dimana sepeda ini dapat menggantikan fungsi sepeda motor untuk pengangkut barang.
5. Barang Komplementer
Pengertian barang komplementer adalah barang yang menjadi kebutuhan manusia, dimana barang ini dapat digunakan apabila didukung oleh barang lain. Contoh barang komplementer adalah mobil. Sebuah mobil akan berjalan apabila didukung oleh mesin dan barang-barang lainnya.
6. Barang Konsumsi
Pengertian barang konsumsi adalah barang kebutuhan manusia yang dapat dikonsumsi atau dipergunakan secara langsung. Contoh barang konsumsi adalah makanan dan buah-buahan.
7. Barang Produksi
Pengertian barang produksi adalah barang kebutuhan manusia yang harus melalui proses pengolahan atau proses produksi sebelum dipergunakan. Contoh barang produksi adalah wol, wol akan dapat kita pergunakan sebagai pakaian setelah di pintal dan diproses.
8. Barang Bergerak
Pengertian barang bergerak adalah barang kebutuhan manusia yang dipergunakan untuk mendapatkan kredit atau pinjaman jangka pendek. Contoh barang bergerak adalah BPKB kendaraan.
9. Barang Tidak Bergerak
Pengertian barang tidak bergerak adalah barang kebutuhan manusia yang dipergunakan untuk mendapatkan kredit atau pinjaman jangka panjang. Contoh barang tidak bergerak adalah tanah.
10. Barang Mentah
Pengertian barang mentah adalah barang kebutuhan manusia yang dapat dipergunakan setelah diolah dan diproses terlebih dahulu. Contoh barang mentah adalah batang sagu menjadi tepung sagu.
11. Barang Setengah Jadi
Pengertian barang setengah jadi adalah barang kebutuhan manusia yang sudah diolah tetapi untuk dapat dipergunakan perlu diolah dan diproses lebih lanjut. Contoh barang setengah jadi adalah tepung sagu dibuat kue.
12. Barang Jadi
Pengertian barang jadi adalah barang kebutuhan manusia yang langsung dapat dipergunakan atau konsumsi. Contoh barang jadi adalah kue sagu.
Itulah macam-macam barang dan pengertiannya yang dapat saya jelaskan...Semoga bermanfaat...Terima kasih.

Setiap Orang Mempunyai Tingkat Kebutuhan Berbeda...Mengapa?

Kebutuhan Manusia atau seseorang antara yang satu dengan yang lainnya sudah pasti berbeda-beda. Wujud sebagai manusia memang sama, akan tetapi dalam hal keadaan manusia itu berbeda-beda sehingga dalam eksistensinya mempertahankan hidup masing-masing akan memunculkan kebutuhan yang berbeda-beda.
Tingkat kebutuhan yang berbeda terkait erat dengan keadaan dan keinginan seseorang. Seseorang yang memiliki keinginan namun keadaan tidak mendukung maka kebutuhan yang diinginkan tidak akan tercapai. Ada seseorang yang dengan mudah mencukupi kebutuhannya, ada pula seseorang yang dengan susah payah dapat memenuhi kebutuhan dan keinginannya.
Banyak faktor yang menyebabkan seseorang mempunyai tingkat kebutuhan berbeda diantaranya adalah :
a. Keadaan Tingkat Ekonomi
Seseorang yang memiliki tingkat ekonomi tinggi dan memadai biasanya cenderung memiliki keinginan yang tinggi pula. Kebutuhan seseorang dengan tingkat ekonomi tinggi lebih tertuju pada pemenuhan kesenangan dan cenderung kearah prestise, contohnya pemenuhan kebutuhan akan sekolah tinggi diluar negeri, kebutuhan akan rumah dan mobil mewah dan seabrek kesenangan-kesenangan lainnya. 
Sebaliknya masyarakat dengan tingkat ekonomi yang rendah cenderung dan sibuk melakukan pemenuhan kebutuhan yang bersifat primer, sesekali dapat memenuhi kebutuhan sekunder bisa menjadi sumber kesenangannya dan keinginan untuk memenuhi kebutuhan tersier biasanya jauh dari pemikirannya. Jadi kesimpulannya kebutuhan manusia berbeda-beda jika ditinjau dari keadaan dan tingkat ekonomi adalah seseorang dengan keadaan ekonomi yang mapan dan tinggi maka akan mempunyai kebutuhan-kebutuhan yang relatif lebih banyak dibandingkan kebutuhan dari seseorang dengan tingkat ekonomi rendah.
b. Keadaan Tingkat Sosial dan Kebudayaan
Seseorang dengan tingkat sosial terpandang maka akan menghadapi situasi yang banyak menimbulkan kebutuhan untuk dipenuhi. Baik itu kebutuhan yang merupakan keinginannya maupun kebutuhan yang ditujukan kepada dirinya yang datang dari lingkungan sosialnya. Tuntutan untuk mempunyai kebutuhan yang banyak dari seseorang dengan tingkat sosial terpandang atau tinggi merupakan akibat dari interaksi sosial yang luas dalam kehidupannya. Sebaliknya seseorang dengan tingkat sosial yang rendah maka akan memiliki tingkat kebutuhan yang lebih sedikit, hal ini dikarenakan tuntutan dari luar yaitu lingkungan sosialnya tidak begitu tinggi dan banyak. Kebudayaan juga menjadi pemicu banyak sedikitnya kebutuhan ataupun berbedanya kebutuhan antara satu orang dengan yang lainnya. Seseorang yang hidup dipedesaan yang terbiasa dengan budaya yang sederhana maka akan mengakibatkan tingkat kebutuhan yang menuntut untuk dipenuhi juga sederhana atau tidak banyak. Sebaliknya seseorang yang tinggal diperkotaan dengan budaya yang sangat kompleks maka akan mengakibatkan timbulkan kebutuhan yang semakin tinggi pula.
c. Keadaan Fisik dan Jenis Kelamin
Seorang laki-laki secara normal akan memiliki tingkat kebutuhan yang relatif lebih rendah dari seorang perempuan. Sifat laki-laki-laki yang apa adanya dan tidak banyak menuntut akan menimbulkan kebutuhan yang lebih rendah dibandingkan dengan perempuan yang memang karena keadaannya sudah menuntut untuk mendapatkan kebutuhan yang lebih banyak. Contohnya banyak wanita yang shopaholic atau gemar berbelanja namun jarang kita temui seorang laki-laki yang gemar belanja. Tuntutan-tuntutan kebutuhan pada laki-laki dan perempuan tidak semata-mata karena keinginan, tetapi banyak faktor yang menyebabkan diantaranya adalah sebuah keharusan.
d. Keadaan Tingkat Pendidikan
Tingkat pendidikan sangat berpengaruh akan perbedaan kebutuhan antara seseorang dengan orang yang lainnya. Tuntutan kebutuhan akan semakin tinggi jika seseorang memiliki pendidikan yang tinggi, begitupun tingkat kebutuhan pada orang dengan pendidikan rendah akan lebih rendah pula kebutuhannya. Contohnya seseorang dengan pendidikan tinggi akan menghabiskan banyak peralatan tulis dalam kehidupannya sedangkan seseorang dengan pendidikan rendah akan cenderung lebih sedikit.
e. Adanya Kemajuan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
Coba anda lihat pelajar-pelajar diperkotaan, apa yang ia tenteng...? Gadget-gadget cangginh sudah merupakan kebutuhan dan keharusan untuk dimiliki. Coba anda lihat pelajar-pelajar dari pedesaan, apa yang ia tenteng...? sebagian besar pastinya adalah peralatan standar kesekolah. Saat ini kemajuan iptek sudah sangat pesat, coba anda lihat merk apa handphone yang dipegang para penggilanya, bedakan dengan seseorang yang bukan penggila handphone. Dengan demikian maka semakin seseorang mengikuti kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi maka kebutuhannya akan semakin banyak dibandingkan yang hanya sekedar tahu dan tidak mengikuti kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Itulah mengapa setiap orang memiliki kebutuhan yang berbeda-beda...Cukup sekian dan terima kasih.

Kebutuhan Primer, Kebutuhan Sekunder dan Kebutuhan Tersier

Pengertian Kebutuhan adalah sejumlah keinginan manusia yang terpenuhi, jika tidak terpenuhi maka akan berakibat negatif bagi kelangsungan hidup manusia.
Manusia dalam hidupnya pasti memerlukan kebutuhan-kebutuhan, orang gilapun dijalanan (Kasihan sekali tidak dipelihara oleh negara...he...he...) tetap memerlukan kebutuhan untuk melangsungkan hidupnya, hanya orang mati saja yang tidak memerlukan kebutuhan-kebutuhan yang diperlukan seperti orang yang masih hidup. Berbagai cara dilakukan oleh manusia dalam memenuhi kebutuhannya, bahkan tak jarang jika keadaan memaksa manusia melakukan tindakan yang tidak sepantasnya dilakukan.
a. Kebutuhan Primer
Kebutuhan primer adalah kebutuhan pokok yang utama dan mutlak menjadi kebutuhan manusia yang harus dipenuhi terlebih dahulu sebelum memenuhi kebutuhan yang lainnya. Contoh kebutuhan primer manusia adalah kebutuhan akan pangan, kebutuhan akan pakaian dan kebutuhan akan rumah tinggal atau papan.
b. Kebutuhan Sekunder
Apabila kebutuhan-kebutuhan primer diatas sudah terpenuhi, manusia dapat memenuhi kebutuhan sekunder yang diinginkan. Contoh kebutuhan sekunder manusia adalah kebutuhan rumah tangga seperti televisi, komputer, kendaraan dan kebutuhan bersenang-senang tetapi masih dalam tingkat sederhana seperti melakukan tamasya.
c. Kebutuhan Tersier
Kebutuhan tersier ini lebih kearah kebutuhan untuk pemenuhan kesenangan yang lebih dari kesenangan kebutuhan sekunder diatas. Contoh kebutuhan tersier manusia adalah membeli barang-barang mewah seperti mobil dan rumah dengan harga milyaran. Kebutuhan tersier ini akan dapat dipenuhi jika kebutuhan primer dan kebutuhan sekunder sudah terlewati atau sudah tidak menjadi masalah. Karena sudah menjadi tabiat manusia apabila semua kebutuhan dasarnya sudah terpenuhi maka akan memenuhi atau menginginkan kebutuhan-kebutuhan yang lainnya, baik itu dibutuhkan maupun hanya untuk memenuhi kesenangannya. Jadi jangan heran jika kita melihat seseorang yang sudah mapan dari segi materi maka akan membeli barang-barang kesenangan meskipun dengan harga yang sangat mahal dan akan akan berlangsung terus menerus dan kemungkinan akan berhenti jika berada pada titik jenuh, namun demikian biasanya kesenangan manusia itu tidak ada habisnya karena selalu berubah-ubah.