Tampilkan postingan dengan label Ekonomi dan Manajemen. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ekonomi dan Manajemen. Tampilkan semua postingan

Jumat, 28 September 2012

Pengertian, Tujuan, Sasaran Manajemen Risiko

Pengertian Manajemen Risiko atau Risk Management adalah semua risiko yang terjadi di dalam masyarakat (kerugian harta, jiwa, keuangan, usaha dan lain-lain) ditinjau dari segi manajemen perusahaan. 

Tujuan Manajemen Risiko yang hendak dicapai adalah mencegah kegagalan perusahaan, mengurangi pengeluaran, menaikkan keuntungan perusahaan, menekan biaya produksi dan lain sebagainya. 
Sasaran Manajemen Risiko adalah sebagai berikut : 
1. Untuk kelangsungan hidup perusahaan (survival). 
2. Ketenangan dalam berpikir. 
3. Memperkecil biaya (least cost). 
4. Menstabilisasi pendapatan perusahaan. 
5. Memperkecil atau meniadakan dalam berproduksi. 
6. Mengembangkan pertumbuhan perusahaan. 
7. Mempunyai tanggung jawab sosial terhadap karyawan. 

Sumber Tulisan : 
Abbas Salim, 2007, Asuransi & Manajemen Risiko, RajaGrafindo Persada, Jakarta.

Minggu, 23 September 2012

Pengertian Arsip dan Tujuan Penyimpanan Arsip

Pengertian Arsip atau Definisi Arsip menurut Pasal 1 UU No.7 Tahun 1971 adalah :
Naskah-naskah yang dibuat dan diterima oleh lembaga-lembaga negara dan badan-badan pemerintah, swasta ataupun perorangan dalam bentuk corak apapun dalam keadaan tunggal maupun kelompo, yang digunakan untuk kegiatan administrasi sehari-hari. 
Arti Arsip yang lebih sederhana adalah sebagai segala bentuk naskah yang mengandung berbagai macam informasi atau fakta yang relevan bagi organisasi, dan diputuskan untuk disimpan karena kemungkinan ada kegunaan pada masa yang akan datang.
Tujuan Penyimpanan Arsip antara lain :
1. Sebagai referensi bila diperlukan suatu keterangan tertentu.
2. Memberikan data atau informasi kepada pimpinan atau manajer atau yang mempunyai kewenangan mengambil keputusan mengenai hasil-hasil atau kinerja dimasa yang lalu, selanjutnya dijadikan sebagai dasar mengambil keputusan untuk masa yang akan datang.
3. Memberi keterangan-keterangan vital, misalnya sebagai bukti sesuai dengan ketentuan hukum.
Tujuan Kearsipan adalah menyediakan informasi yang tepat, informasi yang lengkap, akurat, relevan dan tepat waktu secara efisien.

Rabu, 19 September 2012

Kriteria Pemimpin Yang Baik

Didalam dunia kerja baik itu di instansi pemerintah maupun di instansi swasta pastinya kita akan selalu berhadapan dengan yang namanya pemimpin. Jika gaya kepemimpinan dari pemimpin kita baik sesuai dengan keinginan bawahan, maka yang terjadi adalah perasaan senang dari bawahannya, tetapi jika yang terjadi sebaliknya maka akan membuat ketidaksukaan bawahan.
Jika posisi anda sekarang adalah sebagai pimpinan, ada baiknya anda mengikuti Kriteria Pemimpin Yang Baik yang akan saya tuliskan. Jangan sampai anda menjadi pemimpin yang tidak baik karena itu akan menghancurkan harga diri anda dan bisa saja terjadi anda menyesal dikemudian hari.
a. Rendah Hati dan Sederhana
Seorang pemimpin yang baik jangan sekali-kali bersikap sombong atau juga merasa lebih tahu, lebih pandai dari yang lainnya. Ketahuilah bahwa setiap manusia itu punya kelemahan dan juga kelebihan masing-masing, jadi tidak ada hak sama sekali seorang pemimpin itu sombong.
Pemimpin baik yang baik juga harus sederhana, misalnya gaya hidup tidak berlebihan dan bermewahan karena itu tidaklah pantas sekaligus bisa mengakibatkan kecemburuan dan sakit hati bawahan.
b. Bersifat Suka Menolong
Pemimpin yang baik hendaknya selalu siap sedia untuk membantu bawahannya, juga hendaknya selalu bersedia mendengarkan kesulitan yang disampaikan bawahan. Dengan begitu maka pemimpin akan dianggap sebagai pelindung dan pembimbing yang baik.
c. Sabar dan Memilki Kestabilan Emosi
Pemimpin yang baik hendaknya memiliki sifat sabar, tidak mudah kecewa. Sifat sabar dan stabilnya emosi akan membuat bawahan merasa aman, tidak merasa ditekan dan tidak merasa takut.
d. Jujur, Adil dan Dapat Dipercaya
Orang yang jujur, adil dan dapat dipercaya adalah idaman setiap bawahan kepada pemimpinnya, jangan harap bawahan ikhlas mematuhi pemimpin yang jauh dari kejujuran, jauh dari keadilan dan jauh dari dapat dipercaya.
e. Keahlian dalam Jabatan
Seorang pemimpin harus benar-benar ahli dan mampu dalam menjalankan jabatannya, jika seorang pemimpin tidak memiliki kecakapan maka yang terjadi adalah kemunduran bahkan bisa saja menyebabkan kebangkrutan. Setiap orang bisa mengukur kemampuan dirinya sendiri, oleh karena itu jangan memaksakan kehendak menduduki jabatan jika anda tidak mampu, jangan sampai anda dicap sebagai gila jabatan.
f. Murah Senyum dan Wajah Berseri
Seorang yang murah senyum akan membuat orang lain bahagia dan damai. Seorang bawahan akan merasa senang sekali jika memiliki pemimpin yang murah senyum dan wajah berseri dengan demikian maka akan membuat bawahan tenang, tidak takut dan tidak menjauhi. 
Ingatlah bahwa roda kehidupan itu berputar, sekarang anda jadi pemimpin bisa saja esok hari akan menjadi bawahan, jangan jadi pemimpin yang semena-mena yang jelek dan menjijikkan, jadilah pemimpin yang baik dan terhormat jika anda benar-benar manusia.

Selasa, 18 September 2012

Macam Tipe atau Gaya Kepemimpinan

Sondang P. Siagian membagi gaya kepemimpinan dalam lima tipe atau gaya kepemimpinan beserta ciri-ciri dan sifat-sifatnya yaitu sebagai berikut :
1. Gaya Kepemimpinan Otokratis
Seorang pemimpin dengan gaya otokratis adalah :
a. Menganggap organisasi yang dipimpinnya sebagai milik pribadi.
b. Mengidentifikasi tujuan pribadi dengan tujuan organisasi.
c. Menganggap bawahan sebagai alat semata-mata.
d. Tidak mau menerima pendapat, saran dan kritik dari anggotanya.
e. Terlalu bergantung pada kekuasaan formalnya.
f. Caranya menggerakkan bawahan dengan pendekatan paksaan dan bersifat mencari kesalahan atau menghukum.
2. Gaya Kepemimpinan Militeristis
Seorang yang memiliki gaya kepemimpinan militeristis memiliki sifat-sifat :
a. Dalam menggerakkan bawahan sering menggunakan cara perintah.
b. Dalam menggerakkan bawahan senang bergantung pada pangkat atau jabatannya.
c. Senang kepada formalitas yang berlebih-lebihan.
d. Menuntut disiplin yang tinggi dan kaku pada bawahan.
e. Sukar menerima kritikan atau saran dari bawahannya.
f. Menggermari upacara-upacara untuk berbagai keadaan.
3. Gaya Kepemimpinan Paternalitis
Seorang pemimpin dengan gaya kepemimpinan paternalistis mempunyai ciri-ciri :
a. Menganggap bawahan sebagai manusia yang tidak dewasa.
b. Bersifat terlalu melindungi atau overprotective.
c. Jarang memberikan kesempatan kepada bawahan untuk mengambil keputusan.
d. Hampir tidak pernah memberi kesempatan kepada bawahan untuk berinisiatif sendiri.
e. Jarang memberikan kesempatan kepada bawahan untuk mengembangkan kreasi dan fantasinya.
f. Sering bersikap mahatahu.
4. Gaya Kepemimpinan Karismatis
Ciri-Ciri seorang pemimpin dengan gaya karismatis adalah :
a. Mempunyai daya penarik yang sangat besar, karena itu umumnya mempunyai pengikut yang besar jumlahnya.
b. Pengikutnya tidak dapat menjelaskan, mengapa mereka tertarik mengikuti dan mentaati pemimpin itu.
c. Dia seolah-olah memiliki kekuatan ghaib atau supranatural power.
d. Karisma yang dimilikinya tidak bergantung pada umur, kekayaan, kesehatan, ataupun ketampanan si pemimpin.
5. Gaya Kepemimpinan Demokratis 
Pemimpin yang demokratis memiliki sifat-sifat :
a. Dalam menggerakkan bawahan bertitik tolak dari pendapat bahwa manusia itu makhluk yang termulia didunia.
b. Selalu berusaha untuk menyinkronkan kepentingan dan tujuan organisasi dengan kepentingan dan tujuan pribadi bawahan.
c. Senang menerima saran, pendapat dan kritik dari bawahan.
d. Mengutamakan kerja sama dalam mencapai tujuan.
e. Memberikan kebebasan seluas-luasnya kepada bawahan, dan membimbingnya.
f. Mengusahakan agar bawahan dapat lebih sukses daripada dirinya.
g. Selalu mengembangkan kapasitas diri pribadinya sebagai pemimpin.
Sumber Tulisan :
Sondang P. Siagian, 1971, Filsafat Administrasi, Cetakan Ke-2, Gunung Agung, Jakarta.

Pengertian Kepemimpinan Menurut Para Ahli

Arti Kepemimpinan Menurut Amitai Etzioni adalah kekuatan atau power yang didasarkan atas tabiat atau watak seseorang yang memiliki kekuasaan lebih yang biasanya bersifat normatif.
Arti Kepemimpinan Menurut Fred E. Fiedler adalah individu dialam kelompok yang memberikan tugas-tugas pengarahan dan pengoordinasian yang relevan dengan kegiatan-kegiatan kelompok.
Arti Kepemimpinan Menurut Ralph M. Stogdill adalah proses mempengaruhi kegiatan-kegiatan suatu kelompok yang diorganisasi menuju kepada penentuan dan pencapaian tujuan.
Arti Kepemimpinan Menurut James Lipham adalah permulaan dari struktur atau prosedur baru untuk mencapai tujuan-tujuan dan sasaran organisasi atau untuk mengubah tujuan-tujuan dan sasaran organisasi.
Arti Kepemimpinan Menurut Robert Dubin adalah penggunaan kekuasaan dan pembuatan keputusan-keputusan.
Arti Kepemimpinan Menurut Daniel Katz dan Robert L. Kahn adalah penambahan pengaruh atau influential increment terhadap dan di atas pelaksanaan mekanis pengarahan-pengarahan rutin dari suatu organisasi.
Reference :
Wayne K. Hoy and Cecil G. Miskel, 1982, Educational Administration : Theory, Research, and Practice, Second Edition, Random House, New York.

Pengertian Planning, Organizing, Staffing dan Evaluating

Arti Planning atau Perencanaan adalah suatu cara menghampiri masalah-masalah dengan cara merumuskan apa saja yang harus dikerjakan dan bagaimana mengerjakannya.
Langkah Perencanaan antara lain adalah :
1. Menentukan dan merumuskan tujuan yang hendak dicapai.
2. Meneliti masalah-masalah atau pekerjaan-pekerjaan yang akan dilakukan.
3. Mengumpulkan data dan informasi-informasi yang diperlukan.
4. Menentukan tahap-tahap atau rangkaian tindakan.
5. Merumuskan bagaimana masalah-masalah itu akan dipecahkan dan bagaimana pekerjaan-pekerjaan itu akan diselesaikan.
Arti Organizing atau Pengorganisasian adalah aktivitas menyusun dan membentuk hubungan-hubungan kerja antara orang-orang sehingga terwujud suatu kesatuan usaha dalam mencapai tujuan-tujuan yang telah ditetapkan.
Yang perlu diperhatikan dalam pengorganisasian antara lain ialah bahwa pembagian tugas, wewenang, dan tanggung jawab, hendaknya disesuaikan dengan pengalaman, bakat, minat, pengetahuan, dan kepribadian masing-masing orang yang diperlukan dalam menjalankan tugas-tugas tersebut.
Arti Staffing atau Kepegawaian adalah aktivitas yang dilakukan yang meliputi menentukan, mimilih, menempatkan dan membimbing personel. Prinsip dalam staffing adalah "the right man in the right place".
Kegiatan Staffing antara lain memberikan motivasi kepada para pegawai agar selalu giat bekerja, kesejahteraan pegawai, penghargaan, membimbing agar pegawai lebih maju, kesempatan mengembangkan diri, penghentian dan pensiun pegawai.
Arti Evaluating atau Penilaian adalah aktivitas untuk meneliti dan mengetahui sampai dimana pelaksanaan yang dilakukan dalam rangka mencapai tujuan yang ditetapkan.
Dengan adanya penilaian maka akan dapat diketahui kekurangan dan kelemahan sehingga dapat direncanakan cara memperbaikinya.

Arti Penting Administrasi Pendidikan

Administrasi Pendidikan ini menyangkut semua kegiatan, baik mengenai materi, personel, perencanaan, kerjasama, kepemimpinan, kurikulum, dan sebagainya, yang harus diatur sehingga menciptakan suasana yang memungkinkan terselenggaranya kondisi-kondisi belajar mengajar yang baik sehingga menjadi tujuan pendidikan.
Tanpa administrasi dan kepemimpinan yang baik, sulit kiranya bagi institusi pendidikan untuk berjalan lancar menuju kearah tujuan pendidikan dan pengajaran yang harus dicapai.
Untuk melaksanakan rencana atau program sehingga mencapai hasil yang baik, diperlukan adanya organisasi dan koordinasi yang baik dan teratur, adanya komunikasi yang jelas dan lancar, pengawasan atau supervisi yang kontinyu dan konsekuen, dan adanya penilaian atau evaluasi yang dilakukan dengan teratur dan tepat.
Oleh karena itu, setiap akhir tahun perlu diadakan evaluasi untuk menilai rencana yang telah berhasil dan dapat berjalan lancar, dan mana yang mengalami kesukaran dan perlu diperbaiki.
Perencanaan, organisasi, koordinasi, komunikasi, supervisi, dan evaluasi, kesemuanya adalah fungsi-fungsi administrasi pendidikan yang pokok dan sangat penting.
Semua kegiatan di instansi pendidikan akan dapat berjalan lancar dan berhasil baik jika pelaksanaannya melalui proses-proses yang menuruti garis fungsi-fungsi administrasi pendidikan tersebut.