Tampilkan postingan dengan label IPS. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label IPS. Tampilkan semua postingan

Rabu, 03 Juni 2015

Pendekatan Sosiologi

Pendekatan Sosiologi 
Dilihat dari segi pendekatan sosiologi menurut Drs. Kuswanto ada dua ciri khas, yaitu bersifat komparatif dan bersifat holistik.
sosiologi
a. Pendekatan Komparatif 
Pendekatan komparatif, adalah pendekatan yang melihat manusia dengan pandangan yang luas, tidak hanya masyarakat yang terisolasi atau hanya dalam tradisi sosial tertentu saja. 
Ciri-ciri pendekatan komparatif, antara lain: 
1) berusaha mengenali persamaan-persamaan dan perbedaan-perbedaan sampai kepada generalisasi. 2) berusaha memberikan uraian keterangan ilmiah yang dapat diterima.
3) membanding-bandingkan antarmasyarakat yang satu dengan masyarakat yang lain, termasuk tradisi satu dengan tradisi yang lain dalam seluruh ruang dan waktu.
4) memberikan uraian tentang variasi bentuk-bentuk sosial dan mencatat asal-usul serta perkembangan manusia dengan adat-istiadatnya, mencakup dimensi waktu. 
b. Pendekatan Holistik 
Pendekatan holistik, adalah suatu pendekatan berdasarkan pendapat bahwa masyarakat itu dapat diselidiki sebagai keseluruhan, sebagai unit-unit yang bersifat fungsional, atau sebagai sistem-sistem tertentu. Sosiologi mencoba mencakup keseluruhan ruang lingkup dari segala sesuatu yang berhubungan dengan kemanusiaan sampai kepada generalisasi-generalisasi. 
Secara khusus pendekatan holistik dalam sosiologi mempunyai dua aspek primer sebagai berikut : 
1) Mencoba meninjau kebudayaan manusia sebagai jaringan tunggal yang saling berkaitan, sebagai kesatuan yang teratur, dan sebagai keseluruhan yang berfungsi. Di dalamnya semua bagian saling berhubungan sebagai komponen suatu sistem. Suatu kejadian yang terjadi pada komponen yang satu akan berpengaruh pada struktur dan kerja secara keseluruhan. 
2) Mempelajari ciri-ciri biologis dan ciri-ciri sosial budaya dari spesies-spesies. Evolusi fisik manusia dan evolusi budaya tidak dipandang tanpa berkait-kaitan untuk mendapatkan pemahaman yang tepat.

Sumber Tulisan : 
Ruswanto, 2009, Sosiologi untuk SMA/MA Kelas X, Diterbitkan oleh Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional.

Pembagian Cabang-cabang Sosiologi

Pembagian Cabang-cabang Sosiologi 
sosiologi

Objek sosiologi,yaitu masyarakat yang dilihat dari sudut hubungan antara manusia dan proses yang timbul akibat hubungan manusia dalam masyarakat. Jadi, yang dipelajari dalam sosiologi itu sangat luas antara lain sebagai berikut. 
a. Hubungan timbal balik antara manusia dengan manusia lain. 
b. Hubungan antara individu dengan kelompok. 
c. Hubungan antara kelompok satu dengan kelompok lain. 
d. Sifat-sifat dari kelompok-kelompok sosial yang bermacam-macam coraknya. 
Berdasarkan kekhususan dari ruang lingkupnya, menurut Soerjono Soekanto sosiologi dapat diklasifikasikan menjadi dua macam cabang, yaitu sosiologi umum dan khusus. 
a. Sosiologi Umum 
Mempelajari dan menyelidiki tingkah laku manusia pada umumnya, dalam mengadakan hubungan masyarakat. 

b. Sosiologi Khusus 
Mempelajari dan menyelidiki berbagai sektor kehidupan bermasyarakat, dari suatu segi kehidupan tertentu. 
Contoh: 
1) Sosiologi pembangunan, membahas masyarakat di dalam pembangunan. 
2) Sosiologi industri, membahas masyarakat dalam dunia industri. 
3) Sosiologi politik, membahas masyarakat dalam hubungannya dengan politik. 
4) Sosiologi hukum, membahas tingkah laku manusia dan masyarakat dalam kaitannya dengan hukum yang berlaku. 
5) Sosiologi pedesaan, membahas masyarakat di pedesaan. 
6) Sosiologi perkotaan, membahas masyarakat di kota-kota. 
7) Sosiologi pendidikan, membahas hubungan gejala kemasyarakatan dengan pendidikan. Dan masih ada sosiologi yang lain. 
Beberapa teori-teori sosiologi itu yang paling banyak adalah berasal dari barat. Orang yang pertama kali memakai istilah atau pengertian sosiologi adalah Auguste Comte. Dialah yang dianggap sebagai bapak sosiologi pertama. 

Sumber Tulisan : 
Ruswanto, 2009, Sosiologi untuk SMA/MA Kelas X, Diterbitkan oleh Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional.

Ciri-ciri dan Hakikat Sosiologi

Ciri-ciri Sosiologi
Sosiologi merupakan salah satu cabang dari kelompok-kelompok ilmu sosial yang mempunyai sifat dan ciri-ciri tersendiri sebagai berikut :
sosiologi
a. Empiris
Adalah ilmu pengetahuan tersebut didasarkan pada observasi terhadap kenyataan dan akal sehat serta hasilnya tidak bersifat spekulatif. 
b. Teoretis 
Adalah suatu ilmu pengetahuan yang selalu berusaha untuk menyusun abstraksi dari hasil-hasil pengamatan. Abstraksi tersebut merupakan kesimpulan logis yang bertujuan menjelaskan hubungan sebab akibat sehingga menjadi teori. 
c. Komulatif 
Adalah disusun atas dasar teori-teori yang sudah ada atau memperbaiki, memperluas, serta memperkuat teori-teori yang lama. 
d. No etis 
Adalah pembahasan suatu masalah tidak mempersoalkan buruk atau baik masalah tersebut, tetapi lebih bertujuan untuk menjelaskan masalah tersebut secara mendalam.
Hakikat Sosiologi
Hakikat sosiologi sebagai ilmu pengetahuan antara lain sebagai berikut : 
a. Sosiologi adalah ilmu sosial, hal ini sesuai dengan kenyataan bahwa sosiologi mempelajari atau berhubungan dengan gejala-gejala kemasyarakatan. 
b. Dalam sosiologi objek yang dipelajari dibatasi pada apa yang terjadi sekarang dan bukan apa yang seharusnya terjadi pada saat ini. Oleh karena itu, sosiologi disebut pula ilmu pengetahuan normatif. 
c. Dilihat dari segi penerapannya, sosiologi dapat digolongkan ke dalam ilmu pengetahuan murni (pure science) dan dapat pula menjadi ilmu terapan (applied science). 
d. Sosiologi adalah ilmu pengetahuan yang abstrak dan bukan penge-tahuan yang konkret. Artinya, yang menjadi perhatian adalah bentuk dan pola-pola peristiwa dalam masyarakat secara menyeluruh, bukan hanya peristiwa itu sendiri. 
e. Sosiologi bertujuan untuk menghasilkan pengertian-pengertian dan pola-pola umum manusia dan masyarakatnya. Sosiologi meneliti dan mencari apa yang menjadi prinsip dan hukum-hukum umum dari interaksi manusia serta sifat, bentuk, isi dan struktur masyarakat. 
f. Sosiologi merupakan ilmu pengetahuan yang umum, bukan khusus, artinya sosiologi mempelajari gejala-gejala umum yang ada pada interaksi antar manusia. 

Sumber Tulisan : 
Ruswanto, 2009, Sosiologi untuk SMA/MA Kelas X, Diterbitkan oleh Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional.

Minggu, 31 Mei 2015

Definisi dan Objek Sosiologi

Berikut ini adalah Definisi atau Pengertian Sosiologi Menurut Para Ahli.
a. Menurut Roucekdan Warren 
Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari hubungan antara manusia dengan kelompok-kelompok. 
b. Menurut William F. Orgburn dan Meyer F. Nimkoff 
Sosiologi adalah penelitian secara ilmiah terhadap interaksi sosial dan hasilnya, yaitu organisasi sosial. 
sosiologi
Sumber Gambar : www.sociology.org
c.Menurut J.A.A. Van Doorn dan C.J. Lammers 
Sosiologi adalah ilmu pengetahuan tentang struktur-struktur dan proses-proses kemasyarakatan yang bersifat stabil. 
d. Menurut Pitirim A. Sorokin 
Sosiologi adalah suatu ilmu yang mempelajari hal-hal sebagai berikut. Hubungan dan pengaruh timbal balik antara aneka macam gejala sosial. Misalnya antara gejala ekonomi dengan agama, keluarga dengan moral, hukum dengan ekonomi, dan gerak masyarakat dengan politik. Hubungan dan pengaruh timbal balik antara gejala sosial dengan gejala-gejala nonsosial. Misalnya gejala geografis dan gejala biologis. Ciri-ciri umum daripada semua jenis gejala-gejala sosial.
e. Menurut Selo Soemardjan dan Soelaeman Soemardi 
Sosiologi atau ilmu masyarakat ialah ilmu yang mempelajari struktur sosial dan proses-proses sosial, termasuk perubahan-perubahan sosial. Struktur sosial, yaitu keseluruhan jalinan antara unsur-unsur sosial yang pokok, yaitu kaidah-kaidah sosial, lembaga-lembaga sosial, kelompok-kelompok sosial serta lapisan-lapisan sosial. Proses sosial, yaitu pengaruh timbal balik berbagai segi kehidupan bersama. 
Objek Sosiologi dan Orientasi Sosiologi
Objek Sosiologi ada dua macam, yaitu objek material dan objek formal. 
a. Objek Material 
Objek material sosiologi adalah kehidupan sosial, gejala-gejala, dan proses hubungan antar manusia yang mempengaruhi kesatuan hidup manusia itu sendiri. 
b. Objek Formal 
Objek formal sosiologi,yaitu ditekankan pada manusia sebagai makhluk sosial atau masyarakat. Dengan demikian, objek formal sosiologi adalah hubungan antarmanusia serta proses yang timbul dari hubungan manusia di dalam masyarakat. 
Orientasi sosiologi di masyarakat meliputi hal-hal sebagai berikut : 
a. Keluarga adalah soko gurudari kelompok masyarakat. 
b. Kelangsungan hidup masyarakat memerlukan sejumlah ketentuan untuk mengatur tingkah laku manusia. 
c. Kehidupan manusia banyak dipengaruhi oleh lembaga-lembaga sosial yang ada di sekelilingnya, dan harus mampu menyesuaikan diri dengan lembaga-lembaga tersebut. 
d. Individu, keluarga, dan masyarakat mempunyai kecenderungan untuk mengklasifikasikan dirinya secara sosial menurut keturunan, tingkat kemakmuran, pendidikan, jabatan, keanggotaan kelompok, dan status sosial lainnya. 
e. Adanya komunikasi dengan kebudayaan dan masyarakat lain akan menimbulkan perubahan-perubahan nilai budaya. 
f. Kerja sama dan saling menghormati merupakan tuntutan kemanusiaan. 
g. Realisasi kehidupan pribadi dibentuk melalui hubungannya dengan yang lain. 
h. Perbuatan-perbuatan yang dapat diterima oleh suatu masyarakat dapat merupakan perbuatan yang tabu bagi masyarakat yang lain. 
i. Migrasi atau perpindahan bangsa-bangsa menimbulkan percampuran budaya antarindividu dan antarkelompok. 
j. Lingkungan sekitar baik fisik dan sosial akan mempengaruhi kehidupan manusia, dan manusia pun akan mempengaruhi lingkungannya.

Sumber Tulisan :
Ruswanto, 2009, Sosiologi untuk SMA/MA Kelas X, Diterbitkan oleh Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional.

Rabu, 07 Januari 2015

Nama Tari Tarian Daerah di Indonesia

Nama Tari Tarian Daerah di Indonesia

   
 Selain lagu daerah Indonesia juga kaya akan tari tarian daerah diantaranya adalah sebagai berikut :
1. Tari dari Aceh
Tari Seudati, Tari Saman Meuseukat
2. Tari dari Sumatera Selatan
Tari Tanggal, Tari Putri Bekhusek
3. Tari dari Sumatera Utara
Tari Serampang Dua Belas, Tari Tor Tor
4. Tari dari Sumatera Barat
Tari Piring, Tari Payung
5. Tari dari Lampung
Tari Malinting, Tari Jangget

6. Tari dari Jambi
Tari Sekapur Sirih, Tari Selampir Delapan
7. Tari dari Bengkulu
Tari Andun, Tari Bidadari Teminang Anak
8. Tari dari Riau
Tari Tandak, Tari Joged Lambak
9. Tari dari Yogyakarta
Tari Serimpi Sangu Pati, Tari Bedaya
10. Tari dari Jakarta
Tari Topeng, Tari Yapong
11. Tari dari Jawa Tengah
Tari Serimpi, Tari Blambangan Cakil
12. Tari dari Jawa Timur
Tari Remong, Reog Ponorogo
13. Tari dari Jawa Barat
Tari Topeng Kencuran, Tari Merak
14. Tari dari Bali
Tari Legong, Tari Kecak
15. Tari dari Nusa Tenggara Timur - NTT
Tari Gareng Lameng, Tari Perang
16. Tari dari Nusa Tenggara Barat - NTB
Tari Mpaa Lenggogo, Tari Batunganga
17. Tari dari Kalimantan Barat
Tari Monong, Tari Zapin Tembung
18. Tari dari Kalimantan Timur
Tari Gong, Tari Perang
20. Tari dari Kalimantan Tengah
Tari Tambun dan Bungai, Tari Balean Dadas
21. Tari dari Kalimantan Selatan
Tari Baksa Kembang, Tari Tadab Rahayu
22. Tari dari Sulawesi Selatan
Tari Kipas, Tari Bosara
23. Tari dari Sulawesi Utara
Tari Maengket, Polopalo
24. Tari dari Sulawesi Tenggara
Tari Balumpa, Tari Dinggu
25. Tari dari Sulawesi Tengah
Tari Lumense, Tari Peule Cinde
26. Tari dari Maluku
Tari Lenso, Tari Cakalele
27. Tari dari Maluku Utara
Tari Perang, Tari Nahar Ilaa
28. Tari dari Papua Barat dan Papua Tengah
Tari Perang, Tari Suanggi
29. Tari dari Papua Timur
Tari Musyoh, Tari Selamat Datang

Itulah beberapa nama tari tarian daerah yang dapat saya bagikan melalui blog ini..terima kasih.

Daftar Nama Lagu Daerah di Indonesia

Daftar Nama Lagu Daerah di Indonesia

                         Indonesia terkenal dengan banyak nya ragam budaya, termasuk lagu daerah nya.. Berikut ini adalah nama-nama lagu daerah yang ada di Indonesia :
1.  Lagu Daerah Maluku
Ambon Manise, Burung Kakatua, Burung Tantina, Goro-Goro Ne, Gunung Salahatu, Hela Rotan, Huhatee, Kole-Kole, Mande-mande, O Ulate, Ole Sioh, Rasa Sayange, Sarinande, Sawalima Arika, Sudah Berlayar, Tanase, Toki Tifa.
2. Lagu Daerah Sulawesi Selatan
Ammac Ciang, Anak Kukang, Anging Mamiri, Ati Raja, Batti'batti, Dek Sangke, Ma Rencong, Marencong-rencong, Ganrang Pakarena.
3. Lagu Daerah Kalimantan Selatan
Ampar-Ampar Pisang, Paris Barantai, Saputangan Bapuncu Ampat.
4. Lagu Daerah Sumatera Barat
Anak Daro, Ayam Den Lapeh, Barek Solok, Badindin, Dayung Palinggam, Gelang Sipaku Gelang, Ka Parak Tingga, Kembanglah Bungo, Kampuang Nan Jauh Di Mato, Lah Laruik Sanjo, Mak Inang, Malam Baiko, Paku Gelang, Rang Talu, Sansaro, Seringgit Dua Kupang, Tak Tong-Tong, Tari Payung.
5. Lagu Daerah Nusa Tenggara Timur - NTT
Anak Kambing Saya, Bolelebo, Desaku, Lerang Wutun, O Nina Noi, Orere, Potong Bebek Angsa.
6. Lagu Daerah Sumatera Utara
Anju Ahu, Cikala Le Pongpong, Dago Inang Sarge, Ketabo, Leleng Ma Hupaima, Lisoi, Madekdek Magambiri, Mariam Tomong, Nasonang Dohita Nadua, O'pio, Piso Surit, Rambadia, Sigulempong, Sinanggar Tulo, Sing Sing So, Sory Ya Katulla.
7. Lagu Daerah Papua
Apuse, E Mambo Simbo, Sajojo, Yamko Rambe Yamko.
8. Lagu Daerah Jawa Barat
Bajing Luncat, Bubuy Bulan, Cing Cangkeling, Es Lilin, Manuk Dadali, Neng Geulis, Nenun, Panon Hideung, Pepepling, Peuyeum Bandung, Pileuleuyan, Sapu Nyere Pegat Simpai, Tokecang, Warung Pojok.
9. Lagu Daerah Jawa Tengah
Bapak Pucung, Gambang Suling, Gek Kepriye, Gundul Pacul, Ilir-Ilir, Jaranan, Jamuran.
10. Lagu Daerah Jawa Timur
Cublak-Cublak Suweng, Kembang Melathe, Keraban Sape, Tanduk Majeng Gai Bintang.
11. Lagu Daerah Yogyakarta
Pitik Tukung, Suwe Ora Jamu, Te Kate Dipanah.
12. Lagu Daerah Banten
Dayung Sampan, Tong Sarakah, Jereh Bu Guru.
13. Lagu Daerah Jakarta
Keroncong Kemayoran, Lenggang Kangkong, Ondel Ondel, Ronggeng, Sirih Kuning.
14. Lagu Daerah Jambi
Batanghari, Dodoi Si Dodoi, Injit-Injit Semut, Selendang Mayang, Pinang Muda.
15. Lagu Daerah Gorontalo
Binde Biluhuta, Dabu-Dabu.
16. Lagu Daerah Aceh
Bungong Jeumpa, Lembah Alas.
17. Lagu Daerah Kalimantan Barat
Cik-Cik Periuk.
18. Lagu Daerah Lampung
Cangget Agung.
19. Lagu Daerah Sumatera Selatan
Cuk Mak Ilang, Kabile-Bile.
20. Lagu Daerah Bali
Dewa Ayu, Janger, Mejangeran, Macepet Cepetan, Meyong-Meyong, Ngusak Asik, Puteri Ayu, Ratu Anom, Tari Bali.
21. Lagu Daerah Sulawesi Utara
Esa Mokan, Gadis Taruna, O Ina Ni Keke, Sengko-Sengko, Si Patokaan, Tahanusangkara, Tan Mahurang.
22. Lagu Daerah Nusa Tenggara Barat - NTB
Helele U Ala De Teang, Moree, Orlen-orlen, Pai Mura Rame, Tebe Onana, Tutu Koda.
23. Lagu Daerah Kalimantan Tengah
Kalayar, Naluya, Palu Lempong Popi, Tumpi Wayu.
24. Lagu Daerah Riau
Kutang Barendo, Ocu Maantau, Soleram, Zapin Laksmana Raja di Laut, Zapin Pantai Solop.
25. Lagu Daerah Bengkulu
Lalan Belek, Umang-Umang.
26. Lagu Daerah Kalimantan Timur
Oh Adingkoh.
27. Lagu Daerah Sulawesi Tengah
Peia Tawa-Tawa, Tana Wolio, Tope Gugu.

Demikianlah nama-nama lagu daerah di Indonesia.. mohon maaf apabila kurang lengkap..terima kasih.

Daftar Nama Gunung di Jawa beserta Ketinggiannya

Berikut daftar nama gunung yang berada di Jawa beserta dengan ketinggiannya :

A. Gunung dengan ketinggian diatas 3000 meter :
  • gunung semeru atau mahameru merupakan gunung tertinggi di Indonesia yaitu 3676 meter
  • gunung argapura ketinggian 3088 meter
  • gunung cereme ketinggian 3078 meter
  • gunung kembar 1 ketinggian 3052 meter
  • gunung kembar 2 ketinggian 3126 meter
  • gunung lawu ketinggian 3245 meter
  • gunung merbabu ketinggian 3145 meter
  • gunung pangrango ketinggian 3019 meter
  • gunung raung ketinggian 3332 meter
  • gunung semeru ketinggian 3676 meter
  • gunung slamet ketinggian 3432 meter
  • gunung sumbing ketinggian 3336 meter
  • gunung sindoro ketinggian 3150 meter
  • gunung welirang ketinggian 3156 meter
B. Gunung dengan ketinggian diatas 2000 meter :
  • gunung anjasmara ketinggian 2277 meter
  • gunung ijen ketinggian 2799 meter
  • gunung bromo ketinggian 2392 meter
  • gunung bukit tunggul ketinggian 2208 meter
  • gunung burangrang ketinggian 2057 meter
  • gunung cikuray ketinggian 2818 meter
  • gunung galunggung ketinggian 2167 meter
  • gunung gede ketinggian 2958 meter
  • gunung guntur ketinggian 2249 meter
  • gunung malabar ketinggian 2343 meter
  • gunung masigit ketinggian 2078 meter
  • gunung merapi ketinggian 2911 meter
  • gunung panderman ketinggian 2000 meter
  • gunung papandayan ketinggian 2665 meter
  • gunung patuha ketinggian 2386 meter
  • gunung salak ketinggian 2211 meter
  • gunung tangkuban perahu ketinggian 2084 meter
  • gunung ungaran ketinggian 2050 meter
  • gunung wilis ketinggian 2552 meter
C. Gunung dengan ketinggian diatas 1000 meter :
  • gunung karang ketinggian 1245 meter
  • gunung kelud ketinggian 1350 meter
  • gunung muria ketinggian 1602 meter
  • gunung penanggungan ketinggian 1653 meter
  • gunung telomoyo ketinggian 1894 meter
D. Gunung dengan ketinggian dibawah 1000 meter :
  • gunung kendalisodo ketinggian 794 meter
  • gunung lasem ketinggian 806 meter
  • gunung krakatau 806 meter
Demikianlah daftar nama gunung yang berada di pulau Jawa beserta ketinggiannya..mohon maaf jika kurang lengkap..terima kasih.